Perbedaan Tingkat Nyeri Luka Perineum Antara Penjahitan Jelujur Dan Terputus Pada Ibu Nifas Di BPM Maya Waru - Sidoarjo

Authors

  • Setiana Andarwulan Program Studi D III Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Robekan perineum terjadi hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Robekan ini dapat dihindarkan atau dikurangi dengan menjaga tidak sampai dasar panggul dilalui kepala janin dengan cepat.  Sebaliknya kepala janin yang akan lahir tidak ditahan terlampau kuat dan lama karena menyebabkan asfiksia perdarahan dalam tengkorak janin dan melemahkan otot-otot pada dasar panggul karena direnggangkan terlalu lama. Rasa nyeri merupakan mekanisme pertahanan tubuh, yang timbul bila ada jaringan rusak, dan hal ini akan menyebabkan individu bereaksi dengan cara memindahkan stimulus. Asuhan persalinan normal merekomendasikan menggunakan sedikit mungkin jahitan untuk mendekatkan jaringan, jahitan jelujur untuk menutup mukosa vagina dan otot perineum, penjahitan secara terputus dapat dilakukan jika luka mencapai lapisan otot perineum, Teknik penjahitan jelujur pada penutupan kulit laserasi perineum dikatakan berhubungan dengan derajat nyeri perineum jangka pendek, akan tetapi evaluasi objektif yang kritis dan mendukung pernyataan tersebut jarang dilakukan. Monitoring nyeri dilakukan setelah penjahitan laserasi pada perineum untuk menilai proses penyembuhan berjalan baik atau tidak. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan tingkat nyeri luka antara jahitan jelujur dan terputus pada ibu nifas di Bidan Praktek Mandiri Maya. Rancang bangun penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian analisis observasional. Sampel sebanyak 22 responden ibu nifas dengan teknik pengambilan data secara total sampling, kemudian dilakukan randomisasi. Kemudian dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk. Bila data tidak berdistribusi normal dilakukan uji Mann-Whitney.  Berdasarkan pada hasil uji  Mann-Whtney nilai p value = 1 lebih besar dari nilai ?= 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat nyeri ibu nifas antara jahitan jelujur dan terputus. Sehingga tidak ada hubungan yang berarti antara tingkat nyeri denga perbedaan jahitan baik itu jelujur maupun terputus.

Kata kunci : perineum, teknik jahitan, rasa nyeri

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-05-04

How to Cite

Setiana Andarwulan. (2021). Perbedaan Tingkat Nyeri Luka Perineum Antara Penjahitan Jelujur Dan Terputus Pada Ibu Nifas Di BPM Maya Waru - Sidoarjo. SNHRP, 256–264. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/98