Mengenali Keteraturan Siklus Menstruasi Untuk Mendeteksi Gangguan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya

Authors

  • Tetty Rihardini Prodi S1 Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Masa pubertas adalah salah satu tahap perkembangan yang ditandai dengan kematangan organ seksual dan tercapainya kemampuan untuk bereproduksi, dimana salah satu ciri dari tandanya terjadinya menstruasi pertama (menarch). Masa remaja merupakan suatu masa peralihan dari pubertas ke dewasa atau suatu proses tumbuh ke arah kematangan yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Wanita mengalami siklus menstruasi idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21-35 hari setiap periode menstruasi. Siklus menstruasi tidak selalu normal, banyak wanita yang mengalami gangguan (Ganong, 2012). Siklus menstruasi yang dialami oleh banyak wanita, yaitu siklus memanjang atau lebih dari 35 hari (oligomenore), siklus menstruasi yang pendek kurang dari 21 hari (polimenore) bahkan tidak menstruasi selama 3 bulan (amenore) berturut-turut (Wikjosastro, 2005). Beberapa penelitian menunjukan bahwa remaja memiliki pengetahuan yang sedikit sehingga tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang menstruasi. Begitu pula dengan gangguan menstruasi yang merupakan tanda gejala adanya gangguan kesehatan reproduksi.Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan remaja dalam mengenali siklus menstruasi sebagai langkah preventif gangguan kesehatan reproduksi di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil melalui angket yang diberikan kepada remaja secara purposive sampling dan dianalisa dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 13 (65%) remaja mengalami siklus menstruasi teratur dan sebagian besar 15(75%) mengalami gangguan menstruasi dengan berbagai gejala dengan kejadian terbanyak yaitu premenstruasi syndrome (PMS) sebanyak 17(85%) responden. Hasil analisis chi square dengan p-value 0,787 lebih besar dari  a=0,5 sehingga dinyatakan kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan remaja sangat tinggi dalam mengenali siklus menstruasi sebagai langkah preventif gangguan kesehatan reproduksi di kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya.

Kata kunci : Keteraturan Siklus Menstruasi, Gangguan Kesehatan Reproduksi

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-05-04

How to Cite

Tetty Rihardini. (2021). Mengenali Keteraturan Siklus Menstruasi Untuk Mendeteksi Gangguan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. SNHRP, 266–274. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/97