Fortifikasi Abon Bonggol Pisang Dengan Tepung Tempe Dan Lesitin ( Kajian Tingkat Kesukaan Konsumen )

Authors

  • Rini Rahayu Sihmawati Program Studi Agroindustri , Fakultas Vokasi , Universitas 17 Agusatus 1945 Surabaya
  • Dwi Agustiyah Rosida Program Studi Agroindustri , Fakultas Vokasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Abstract

Bonggol pisang merupakan limbah yang belum dimanfaatkan  oleh masyarakat yang  hanya dipergunakan sebagai salah satu makanan ternak atau kompos. Kandungan gizi yang terdapat dalam bonggol pisang tinggi   serat tetapi rendah lemak maka  dapat dimanfaatkan  menjadi  olahan pangan yaitu abon. Kandungan protein abon bonggol pisang  rendah maka   perlu ditambahkan (difortifikasi ) dengan bahan lain yang tinggi protein yaitu tepung tempe dan lesitin.Tepung tempe banyak manfaat, yaitu  mudah dicampur dengan sumber karbohidrat untuk memperkaya nilai gizi, dan  sebagai solusi untuk meningkatkan nilai gizi pada makanan berprotein rendah.  Lesitin adalah  kelompok senyawa lemak yang ditemukan pada tanaman kedelai dan  digunakan sebagai pengemulsi makanan dan sumber protein  yang sangat baik.  Tujuan penelitian adalah  untuk mengetahui  tingkat kesukaan konsumen terhadap  abon   bonggol pisang  dengan penambahan tepung tempe dan lesitin.  Penambahan tepung tempe dan lesitin ini diharapkan abon  bonggol pisang dapat menjadi  salah satu upaya diversifikasi pangan yang dapat diterima masyarakat dengan nilai gizi yang semakin meningkat terutama kandungan proteinnya. Faktor penelitian adalah  T(Tepung tempe) : 5%,10%, 15%.dan L(Lesitin) 3%, 5%, 7%.  Parameter yang diuji adalah tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa. Hasil uji organoleptik  terhadap warna menunjukkan semakin banyak penambahan tepung tempe kedelai dan lesitin maka warna abon bonggol pisang semakin disukai panelis  pada perlakuan T1L3 (35%), T2L3 (65%) dan T3L3 (70%), untuk aroma  panelis menyatakan  suka pada semua perlakuan  yaitu : T1L1(40%), T1L2 (50%), T1L3(60%), T2L1(50%), T2L2( 60%), T2L3( 60%), T3L1 (60%), T3L2(50%) dan T3L3(60%), untuk tekstur menunjukkan  semakin banyak lesitin  maka tekstur abon bonggol pisang semakin disukai panelis pada perlakuan  T1L3(55%) dan T3L3 (55%), T2L3 (50%.).Untuk  rasa  menunjukkan  kategori suka, dan cukup suka nilainya berkisar antara  35%- 50%, sangat suka  pada perlakuan T3L2 (25%), T3 L1 (20%) dan T3L3 (15%).

Kata kunci :  bonggol pisang, abon , tepung tempe, lesitin, uji organoleptik

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-05-04

How to Cite

Rini Rahayu Sihmawati, & Dwi Agustiyah Rosida. (2021). Fortifikasi Abon Bonggol Pisang Dengan Tepung Tempe Dan Lesitin ( Kajian Tingkat Kesukaan Konsumen ). SNHRP, 95–105. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/90