Koordinasi Kegiatan Menjaga Kebugaran Melalui Massage Bagi Atlit KONI Bantul Yogyakarta

Authors

  • Dody Tri Iwandana Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Ardhika Falaahudin Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Muhammad Romadhoni Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Keywords:

Kebugaran, Massage

Abstract

Massage merupakan teknik pijatan yang sasaran utama yaitu sirkulasi darah dan limfe. Massage bertujuan untuk memulihkan kelelahan dan mendapatkan kebugaran. Fungsi hormon endorfin adalah sebagai penenang. Massage juga menghasilkan hormon tiroksin yang bertujuan untuk memperlancar metabolisme tubuh. Hormon tiroksin didapat dari teknik gerakan effleurage dan tapotement. Hormon adrenalin juga dihasilkan oleh massage dengan menggunakan teknik tapotement yang bertujuan merangsang saraf simpatis untuk menimbulkan kejutan dan merangsang keluarnya horrnon endorfin yang berfungsi sebagai penenang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang cara massage untuk menjaga kebugaran bagi atlit kabupaten bantul dalam persiapan porda DIY 2022. Dari kegiatan ini dapat diperoleh beberapa manfaat manfaat diantaranya jika dilihat secara teoritis diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam bidang olahraga, kemudian  secara praktis diharapkan dapat memberikan informasi bagi atlet maupun para pelatih khususnya mengenai aspek-aspek terkait cara massage untuk menjaga kebugaran bagi atlit kabupaten bantul dalam persiapan Porda DIY 2022.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cheatham, S. W. (2019). Roller massage: A descriptive survey of allied health professionals. Journal of Sport Rehabilitation. https://doi.org/10.1123/jsr.2017-0366

Davis, H. L., Alabed, S., & Chico, T. J. A. (2020). Effect of sports massage on performance and recovery: a systematic review and meta-analysis. BMJ Open Sport & Exercise Medicine, 6(1), 608–614. https://doi.org/10.1136/bmjsem-2019-000614

Dawson, K. A., Dawson, L., Thomas, A., & Tiidus, P. M. (2011). Effectiveness of regular proactive massage therapy for novice recreational runners. Physical Therapy in Sport, 12(4), 182–187. https://doi.org/10.1016/j.ptsp.2011.02.007

Fallis, A. . (2013). Sport & Remedial Massage Therapy. In Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Field, T. (2016). Massage therapy research review. In Complementary Therapies in Clinical Practice (Vol. 24). https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2016.04.005

Novita Intan Arovah, K. P. dan. (2015). Perbandingan efektivitas circulo massage dansport massage dalam mengatasi kelelahan kerjakaryawan laki - laki gadjah mada medical center. MEDIKORA, 1. https://doi.org/10.21831/medikora.v0i1.4584

Sumarjo, Kristiyanto, A., Sulaeman, E. S., & Rahma, N. (2021). Investigating the effectiveness of sport and circulo massages to improve the work productiveness. WSEAS Transactions on Business and Economics, 18. https://doi.org/10.37394/23207.2021.18.103

Sumarjo, Sulaeman, E. S., Kristiyanto, A., & Rahma, N. (2019). The Effect of Sport and Circulo Massage on the Improvement of Work Productivity of the Physically Disabled. https://doi.org/10.2991/yishpess-cois-18.2018.5

Trampas, A., Kitsios, A., Sykaras, E., Symeonidis, S., & Lazarou, L. (2010). Clinical massage and modified Proprioceptive Neuromuscular Facilitation stretching in males with latent myofascial trigger points. Physical Therapy in Sport. https://doi.org/10.1016/j.ptsp.2010.02.003

Downloads

Published

2022-06-01

How to Cite

Iwandana, D. T., Falaahudin, A., & Romadhoni, M. (2022). Koordinasi Kegiatan Menjaga Kebugaran Melalui Massage Bagi Atlit KONI Bantul Yogyakarta. SNHRP, 1426–1429. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/493