Flavonoid Ekstrak Daun Mulberry Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Candida Albicans

Authors

  • Anik Latifah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Nina Hidayatunnikmah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Sella Dwi Safitri Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Keywords:

Flavonoid, Ekstrak Daun Mulberry, Candida albicans

Abstract

Candida albicans merupakan penyebab utama infeksi vagina atau yang disebut dengan  Vulvo Vaginal Candidiasis (VVC). Penggunaan ekstrak tumbuhan memiliki sifat antikimroba yang mana diketahui dapat menjadi sangat penting dalam pengobatan terapeutik. Daun mulberry memiliki banyak senyawa kimia seperti flavonoid yang memiliki manfaat farmakologis dan aktivitas biologi. Tujuan penelitian melihat senyawa flavonoid dari daun mulberry (Morus Rubra L) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Identifikasi senyawa pada daun mulberry (Morus Rubra L) dari fase n-butanol dengan cara kromatografi kertas menggunakan eluen n-butanol-asam asetat-air (4:5:1) menunjukkan adanya senyawa Flavonoid. Pengamatan daya hambat senyawa flavonoid daun mulberry terhadap pertumbuhan candida albicans menggunakan desain penelitian eksperimental laboratories dengan pendekatn Post-Test Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Laboratorium Profesor Nidhom Foundation Surabaya. Pengujian diamana cawan petri yang berisi Nutrient Agar dituang dengan suspense Candida albicans dan selanjutnya masuk pada tahap penghitungan diameter zona hambat diamana setelah 24 jam cawan petri di inkubasi, dikeluarkan dari inkubator dan dilihat serta diukur diameter zona hambat berupa zona terang dengan menggunakan penggaris (millimeter). Hasil menunjukan bahwa kandungan flavonoid pada daun mulberry (Morus Rubra L) memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan candida albicans.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anisz T. (2007). Alkaloids-Secret of Life. 1st ed. https://www.elsevier.com/books/alkaloids-secrets-of-life/aniszewski/978-0-444-52736-3

arif hariana. (2008). Tumbuhan obat dan Khasiatnya.

Elsie, B. H., & DhanaRajan, M. S. (2010). Evaluation of antimicrobial activity and phytochemical screening of gelidium acerosa. Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 2(11), 704–707.

Ferlinahayati1, Hakim2, E. H., Syah2, Y. M., & dan Lia Dewi Juliawaty2. (2012). Senyawa Morusin dari Tumbuhan Murbei Hitam (Morus nigra). Volume 15 Nomor 2(C) April 2012, 15(April), 70–73.

G Molero 1, R Díez-Orejas , F Navarro-Garcia , L Monteoliva , J Pla , C Gil , M Sánchez-Pérez, C. N. (1998). Candida albicans: genetika, dimorfisme, dan patogenisitas. PMID: 10943347. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10943347/

Haifa El khoja and Abdulaziz Zorgani. (2009). Prevalence of Candida Albicans Among Women Diagnosed with Vaginosis in Tripoli. 9(3):215-217.

Isnan, W., & Muin, N. (2015). Tanaman Murbei : Sumber Hutan MultiManfaat. Info Teknis Eboni, Vol. 12(2), 111–119.

Jack D Sobel 1. (2007). Vulvovaginal candidosis. PMID: 17560449 DOI: 10.1016/S0140-6736(07)60917-9. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17560449/

Jurian, V. Y., Suwasono, S., & Fauzi, M. (2016). Antibakteri Ekstrak Daun Murbei ( Morus alba ) terhadap Escherichia coli. Asosiasi Profesi Teknologi Industri, 256–260.

Mabruroh, E. Q., Mursiti, S., & Kusumo, E. (2019). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Murbei (Morus alba Linn). Indonesian Journal of Chemical Science, 8(1), 16–22.

Meiller, T. F., Hube, B., Schild, L., Shirtliff, M. E., Scheper, M. A., Winkler, R., Ton, A., & Jabra-Rizk, M. A. (2009). A novel immune evasion strategy of Candida albicans: Proteolytic cleavage of a salivary antimicrobial peptide. PLoS ONE, 4(4). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0005039

Michelle Sim, MBBS,1 Susan Logan, MD, FRCOG,2 and Lay Hoon Goh, MMED, F. (2020). Vaginal discharge: evaluation and management in primary care. PMCID: PMC7905126. ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7905126/

Peter G Pappas 1, John H Rex, Jack D Sobel, Scott G Filler, William E Dismukes, Thomas J Walsh, John E Edwards, I. D. S. of A. (2004). Guidelines for treatment of candidiasis. PMID: 14699449 DOI: 10.1086/380796. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14699449/

Setiawati Maharani, O. S. (2012). PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans. https://www.neliti.com/id/publications/137565/pengaruh-pemberian-larutan-ekstrak-siwak-salvadora-persica-pada-berbagai-konsent

Siregar. (2004). Penyakit Jamur Kulit. 2nd ed.

Suman Bala Sharma 1, Reenu Singh Tanwar , AC Rini , Usha Rani Singh , Shipra Gupta, S. K. S. (2010). Efek perlindungan ekstrak daun Morus rubra L. pada aterosklerosis yang diinduksi diet pada tikus diabetes. PMID: 21086751. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21086751/

Swari, D. A. M. A., Santika, I. W. M., & Aman, I. G. M. (2020). ANTIFUNGAL ACTIVITIES OF ETHANOL EXTRACT OF ROSEMARY LEAF (Rosemarinus officinalis L.) AGAINST Candida albicans. Journal of Pharmaceutical Science and Application, 2(1), 28. https://doi.org/10.24843/jpsa.2020.v02.i01.p05

Vifta, R. L., Khotimah, S. K., & Luhurningtyas, F. P. (2018). Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Biji Timun Suri (Cucumis melo L.) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara In Vitro. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 1(1), 10–17. https://doi.org/10.35473/ijpnp.v1i1.29

Yesserie. (2015). 空間像再生型立体映像の 研究動向. Nhk技研., 2015;151:1.

Downloads

Published

2022-06-01

How to Cite

Latifah, A., Hidayatunnikmah, N., & Safitri, S. D. (2022). Flavonoid Ekstrak Daun Mulberry Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Candida Albicans . SNHRP, 807–816. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/390