Pemanfaatan Biji Picung Dan Garam Sebagai Pengawet Cumi-Cumi Segar

Authors

  • Rina Asmaul Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Yunus Karyanto Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Keywords:

Biji picung, Garam, Cumi-cumi segar

Abstract

Cumi-cumi salah satu bahan makanan yang mudah rusak sehingga dibutuhkan bahan pengawet untuk memperpanjang masa simpan. Selain bahan makanan yang berasal dari laut di Indonesia juga terdapat bahan makanan lain yang bisa dimanfaatkan sebagai pengawet alami, diantaranya adalah biji picung dan garam. Biji picung/kluwek terdapat kandungan tanin yg termasuk senyawa poliifenol yang alamiah. Senyawa fenoliik ini bermanfaat menghambat perkembangan pada microba yaitu perubahan melalui permeabilitas di dinding pada selnya. Garam termasuk salah satu bumbu pokok yang dimanfaatkan masyarakat di Indonesia sebagai penambah rasa. Garam bisa menarik cairan yang terdapat dalam tubuh cumi-cumi maupun pada bakteri. Proses ini akan menyebabkan penghambatan aktivitas biologis pada bakteri bahkan juga dapat mnegakibatkan kematiannya. Skema penelitian yaitu desain Rancangan Petak Terpisah/RPT (Split Plot Design). Empat waktu pengamatan (hari 1,2,3, dan 4) adalah petak utama dan anak petak adalah 4 penambahan cairan larutan laktat (0 persen, 25 persen, 50 persen,dan 75 persen). Hasil penelitian ini yaitu campuran biji picung dan garam sebagai pengawet pada cumi-cumi. Waktu marinasi biji picung dan garam berpengaruh terhadap daya simpan cumi-cumi, banyaknya konsentrasi juga berpengaruh terhadap daya simpan cumi-cumi, interaksi waktu simpan dan banyaknya konsentrasi juga berpengaruh terhadap daya simpan.  Berdasarkan hasil analisis, banyaknya konsentrasi penambahann biji picung sebanyak 75 persen dan garam 15 persen dapat memperhambat pembusukan pada cumi dengan waktu pengamatan selama 4 hari

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andarwulan, N., Fardiaz, S., Waimena, G.A. and Shetty, K. (1999). Antioxidant activity associate with lipid and phenolic mobilization during seed germination of Pangium edule Reinw. J. Agric Food Chemistry 47 : 3158 – 3163.

Apriyanton, (1989). Analisis Pangan. PAU Pangan dan Gizi. IPB Press

Indriyati. 1987. Mempelajari Aktivitas Anti bakteri Biji Picung (Pangium edule Reinw) Terhadap Beberapa Bakteri Pembusuk Ikan In Vitro. Skripsi Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fak. Teknologi Pertanian, IPB. 102 pp.

Heruwati, dkk.(2007). Pengawetan Ikan Segar Menggunakan Biji Picung (Pangium edule Reinw). Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. 2(1) 9-18. https://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/jurnaljpbkp/index.php/jpbkp/article/download/29/25

Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid I- IV. Terjemahan Balitbang Kehutanan, Jakarta. 668 pp.

Kristikasari, E. (2000). Mempelajari Sifat Antimikroba Biji Picung (Pangium edule Reinw) Segar dan Terfermentasi terhadap Bakteri Patogen dan Perusak Makanan. Skripsi Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fak Teknologi Pertanian, IPB. 57 pp.

Nuraida, L., Andarwulan, N. dan Kristikasari, E. (2000). Antimicrobial activity of fresh and fermented picung (Pangium edule Reinw) seed againts pathogenic and food spoilage bacteria. J. Food Technology and In- dustry. 4(2): 18–26.

Paramitasari, T, dkk. (2020). Efektivitas Biji Kluwek (Pangium edule) Sebagai Bahan Pengawet Alami Ditinjau Dari Profil Protein Udang (Panaeus sp) Berbasis SDS-PAGE. Jurnal Labora Medika. 4(2020)32-37.

Downloads

Published

2022-06-01

How to Cite

Asmaul, R., & Karyanto, Y. (2022). Pemanfaatan Biji Picung Dan Garam Sebagai Pengawet Cumi-Cumi Segar. SNHRP, 151–159. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/306