Pemberdayaan Masyarakat Disabilitas Melalui Keterampilan Batik Ciprat: KSM Sambung Roso Simbatan – Nguntoronadi - Magetan

Authors

  • Tatik Mulyati Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Merdeka Madiun
  • Ahadiati Rohmatiah Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Merdeka Madiun
  • Dwi Nor Amadi Manajemen Informatika, Manajemen Informatika, Universitas Merdeka Madiun

Abstract

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Pemerintah Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan pada tahun 2017, jumlah penyandang disabilitas sebanyak 39 orang dan yang potensial produktif sebanyak 32 orang, didominasi penyandang intelektual yang berlatar belakang kondisi sosial ekonomi miskin. Mereka membutuhkan bantuan dari pihak lain untuk meningkatkan kondisi kehidupannya. Di sisi lain program pemberdayaan pemerintah daerah belum mampu menjangkau seluruh penyandang disabilitas yang ada, sehingga mereka semakin kesulitan untuk mengakses berbagai program dan sumberdaya. Sebagai wadah partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap penyandang disabilitas, pada tahun 2015 dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat dengan nama “SAMBUNGROSO”.

Dalam perkembangannya, KSM Sambungroso secara bertahap merintis dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif bagi penyandang disabilitas dengan berbagai kegiatan usaha seperti produksi batik ciprat, pembuatan keset, dan aneka kerajinan tangan.   Sampai saat ini, usaha yang dilakukan berjalan baik. Produk telah memasuki pasaran dan menerima berbagai pesanan. Bahkan batik ciprat ‘Langitan Simbatan’, dijadikan icon Kecamatan Nguntoronadi. Harapannya, karya batik kampung disabilitas Simbatan melangit dan pembeli membeli karena batik yang dihasilkan memang berkualitas. Namun demikian dalam rangka mengembangkan usaha agar berkelanjutan serta mampu memenuhi kebutuhuhan pasar, KSM Sambungroso membutuhkan stimulan bahan dan peralatan sebagai tambahan modal usaha.

Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh DRPM Kemenristek Dikti tahun 2019 hadir melalui pelatihan dan pendampingan antara lain memberikan  pelatihan pembuatan produk  eco print untuk pengembangan usaha. Pelatihan lain yang dikembangkan antara lain: Peningkatan teknik dan seni batik ciprat dengan beberapa kombinasi teknik jenis lain (jumputan dan kuas);  peningkatan keterampilan dan kreatifitas pembuatan berbagai produk kerajinan tangan yang sesuai kebutuhan pasar dan dapat dikerjakan oleh penyandang disabilitas. Misalnya, membuat batik ciprat kombinasi beberapa motif diantaranya: meteor, gepyok, jumput, rainbow cake, dan lurikan;  aneka kerajinan tangan dari aneka wadah plastik bekas dan kain perca,  sepatu, tempat tisu, keset, mukena dan tas. Diharapkan ke depan mereka memiliki lebih banyak keterampilan dan menghasilkan lebih banyak produk.

Kata kunci : pemberdayaan, penyandang disabilitas, kemandirian

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-05-04

How to Cite

Tatik Mulyati, Ahadiati Rohmatiah, & Dwi Nor Amadi. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Disabilitas Melalui Keterampilan Batik Ciprat: KSM Sambung Roso Simbatan – Nguntoronadi - Magetan. SNHRP, 53–60. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/22