Efek Pemberian Butiran Kering Destilat (BKD) Sekam Padi terhadap Emisi Gas dalam Kandang Puyuh

Authors

  • Wardah Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan Program Studi Agroindustri, Fakultas Vokasi, Univ. 17 Agustus 1945 Surabaya

Abstract

Gas ammonia yang diproduksi feses dan urine unggas jika berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan unggas, manusia dan masalah lingkungan. Gas ammonia yang diproduksi unggas berdampak pada produktivitas, performans ternak dan munculnya berbagai penyakit, dapat mengkontaminasi udara dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kadar gas ammonia dalam kandang puyuh yang diberi butiran kering destilat (BKD) produk ikutan Produksi Bioetanol oleh Ko-kultur S. cereviceae dengan C, tropicalis dari sekam padi. Penelitian menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap 3 perlakuan proporsi 0, 10 dan 20 % BKD dalam ransum puyuh umur 60-90 hari (sedang bertelur) dan diulang 10 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BKD sekam padi dalam ransum menghasilkan rataan emisi gas ammonia lebih besar dibandingkan dengan rataan emisi gas ammonia dalam kandang puyuh yang tidak diberi BKD sekam padi. Pemberian 20% BKD sekam padi menghasilkan emisi gas ammonia signifikan (P<0.05) lebih besar dibandingkan dengan pemberian 10% BKD sekam padi. Hasil analisis kadar air semakin meningkat pada feses puyuh yang diberi BKD. Pemberian 20% BKD sekam padi menghasilkan kadar air signifikan (P<0.05) lebih tinggi dibandingkan dengan kadar air feses puyuh yang diberi 10% BKD dari sekam padi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi butiran kering destilat (BKD) produk ikutan produksi bioetanol oleh ko-kultur S.cerevicea dengan C.tropicalis dari sekam padi dalam formula pakan puyuh dapat mempengaruhi perubahan gas ammonia dalam kandang dan kadar air feses. Pemberian pakan puyuh dengan substitusi 10% BKD sekam padi dapat mengurangi kadar gas ammonia berbahaya dalam kandang unggas sebesar 3.505% dan kandungan air feses 10% lebih rendah.

Kata kunci: puyuh, BKD, emisi gas, kadar air feses

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-05-04

How to Cite

Wardah, & Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan. (2021). Efek Pemberian Butiran Kering Destilat (BKD) Sekam Padi terhadap Emisi Gas dalam Kandang Puyuh. SNHRP, 139–149. Retrieved from https://snhrp.unipasby.ac.id/prosiding/index.php/snhrp/article/view/18